BLANTERVIO104

KOARSA Bangun Mushala di Daerah Bencana dan Wisata Sumbar

KOARSA Bangun Mushala di Daerah Bencana dan Wisata Sumbar
Sabtu, 30 Mei 2026


BUKITTINGGI

Yayasan Konco Arek Sahati (KOARSA) yang berbasis di Kota Bukittinggi, komitmen melakukan pembangunan mushala baru di kawasan wisata dan daerah terdampak bencana di Sumatera Barat.

Ketua Yayasan Koarsa, Yv Tri Saputra di Bukittinggi, Minggu (31/5) menjelaskan yayasan yang awalnya berdiri sejak 2018 telah mendirikan sembilan mushala dengan standar toilet bersih di berbagai daerah di Sumbar.

"Kami juga aktif bergerak di bidang sosial dan keagamaan, seperti penanganan bencana alam, khitanan massal, kurban Idul Adha, operasi katarak dan lainnya," kata Yv Tri Saputra yang juga menjabat sebagai Komisaris Hotel Monopoli dan Founder Minang Geopark Run.

Ia mengungkap salah satu keunikan yayasan dengan anggota sekitar 200 orang yang didominasi oleh alumni SLTA (khususnya SMA 1 Bukittinggi) angkatan 1988 ini adalah pengelolaan dananya yang transparan. 




"Seluruh dana CSR atau bantuan dari donatur disalurkan 100 persen tanpa dipotong untuk biaya operasional, karena operasional yayasan ditanggung mandiri melalui iuran anggotanya," kata Yv Tri Saputra.

Yayasan KOARSA berdiri beriringan dengan momentum bertepatan dengan digelarnya ajang Minang Geopark Run. 


Saat itu, dibutuhkan sekitar 200 personel di lapangan untuk urusan operasional dan penyelenggaraan, yang kemudian menjadi cikal bakal bertemunya para anggota yayasan.

"Kami nebeng beramal dari kegiatan orang yang mau jadi donatur. Anggota yayasan mengeluarkan tenaga, waktu, bahkan uang sendiri untuk operasional," ujar Yv Tri Saputra.

Yayasan KOARSA saat ini fokus mengatasi krisis ketersediaan tempat ibadah dan toilet yang bersih di destinasi wisata Sumatra Barat. 



Proyek mushala di Puncak Tabiang, Pandai Sikek, akan dijadikan sebagai prototipe. Mushala tersebut dirancang dengan arsitektur yang rapi dan indah oleh alumni ITB angkatan 2004.

Rencana pembangunan musala berikutnya di Maninjau akan mengadopsi konsep serupa. Mengingat Maninjau merupakan daerah yang rawan, pihak yayasan menegaskan akan melakukan survei matang terlebih dahulu untuk memastikan keamanan lokasi serta kesiapan masyarakat setempat.



"Pembangunan direncanakan berjalan secepatnya karena dana yang digunakan merupakan dana pribadi dari Jenderal Purnawirawan Angkasadipua. Melalui program-program ini, Yayasan KOARSA berharap dapat merangkul generasi muda dengan jiwa sosial tinggi demi keberlanjutan dan regenerasi organisasi di masa depan," kata Yv Tri Saputra

Aksi nyata yayasan ini juga terlihat saat bencana melanda Sumatera Barat pada tahun 2025 lalu. Ajang Minang Geopark Run yang sedianya bertajuk Alek Gadang Pelari diubah total menjadi gerakan Bangkit Sumbar dengan menggelar donasi bantuan.



Yayasan KOARSA juga langsung mendirikan tujuh dapur umum di daerah Malalo, Tanah Datar. Hubungan emosional yang erat dengan warga Malalo terus berlanjut hingga Iduladha kemarin, di mana yayasan menyalurkan hewan kurban ke daerah tersebut.


Foto : Dokumentasi Pribadi



Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

7139572004927558389