Bukittinggi
Seorang warga Kota Bukittinggi, Dhani (42) mengungkap ia membawa anaknya yang mengalami luka karena terjatuh saat bersekolah di sebuah sekolah dasar ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), Selasa (11/8/2026).
Masuk sekitar jam 12.15 WIB, Dhani mengaku anaknya diterima masuk ke ruang IGD dan hanya dilihat dan ditanya oleh petugas.
"Satu orang perawat laki-laki datang dan melihat luka anak saya yang sebelumnya sudah saya tutup dengan perban, hanya dilihat tidak ada tindakan, saya disuruh menunggu," kata Dhani.
Sekitar 30 menit setelahnya, karena anaknya belum juga dilakukan tindakan, Dhani menanyakan ke petugas jaga, dan mendapat jawaban untuk menunggu alat sedang dibersihkan.
Menurut pengakuan Dhani, puncaknya sekitar 30 menit lebih setelahnya, karena merasa tidak diacuhkan, ia emosi dan memaksa membawa anaknya keluar dari IGD RSAM untuk selanjutnya membawa ke IGD RS Yarsi.
"Di Yarsi, anak saya langsung diberikan langkah pengobatan berupa pembersihan dan tindakan dengan tiga jahitan. Saya tidak mengerti bagaimana SOP masing-masing rumah sakit ini, kalaupun ada perbedaan perlakuan bagi pasien BPJS atau Umum, saya siap mengeluarkan biaya asalkan penanganan cepat dilakukan," kata Dhani.
Sementara itu, melalui kolom komentar di media sosial terkait masalah ini, Humas RSAM, Arfida Pepi merespon dengan mengatakan segera menindaklanjuti masalah tersebut.
"Kami dari Humas RSAM menyampaikan terimakasih atas masukannya dan segera kami tindak lanjuti, mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," tulisnya.
Sebelumnya, Gubernur Sumbar Mahyeldi saat peresmian pencapaian naik kelasnya RSAM di 2025 mengingatkan agar seluruh rumah sakit memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Saya tekankan seluruh rumah sakit di Sumbar bisa memberikan pelayanan terbaik. Jangan ada lagi pengaduan pasien tidak terlayani maksimal," pesan Gubernur saat itu.



Emoticon