BLANTERVIO104

WNI Asal Sumatera Barat Disiksa dan Disekap Sindikat Scam di Myanmar, Keluarga Memohon Bantuan Pemerintah

WNI Asal Sumatera Barat Disiksa dan Disekap Sindikat Scam di Myanmar, Keluarga Memohon Bantuan Pemerintah
Kamis, 16 Juli 2026
BUKITTINGGI

Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Ayu Elsih bersama satu orang rekannya asal Batam dilaporkan menjadi korban penyekapan dan penyiksaan berat oleh sindikat perusahaan online scam di wilayah Myawaddy, Myanmar. 

Pihak keluarga saat ini dalam kondisi sangat terpukul dan mendesak pemerintah Indonesia untuk segera melakukan upaya penyelamatan darurat.

Yuliza, adik kandung korban, menjelaskan bahwa kakaknya terjebak di Myanmar setelah sebelumnya diberangkatkan ke Thailand oleh calo dengan modus lowongan pekerjaan resmi di sebuah restoran. 

Namun, tanpa sepengetahuan keluarga, korban tiba-tiba berada di wilayah konflik Myawaddy dan kini berada dalam cengkeraman sindikat kriminal.

Melalui komunikasi terakhir pada Kamis malam (16 Juli 2026), korban mengungkapkan kondisi yang sangat memprihatinkan. 

Ayu Elsih mengalami penyiksaan fisik yang kejam, di antaranya luka cambuk di kaki, tangan yang diikat, tidak diberi makan, hingga gigi bagian depan yang dicopot paksa oleh sindikat.

"Kondisi Kak Ayu sangat kritis. Dalam video call darurat, mereka mengancam akan mengubur hidup-hidup atau menjual organ tubuh kakak saya jika keluarga tidak segera melunasi sisa uang tebusan sebesar Rp80 juta," ujar Yuliza dengan nada memohon.

Menurut informasi korban, kamp penyekapan tersebut dijaga ketat oleh milisi bersenjata di tengah hutan, sehingga mustahil bagi korban untuk melarikan diri secara mandiri.

Pihak keluarga memohon dengan sangat kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dan Bareskrim Polri untuk segera bergerak melakukan jalur diplomasi internasional guna mengevakuasi korban sebelum terlambat.

Selain penyelamatan jiwa, keluarga juga mendesak pihak kepolisian untuk menindak tegas sindikat penampung uang hasil pemerasan yang beroperasi di Indonesia. 

Keluarga mengidentifikasi adanya rekening penampung atas nama Mohammad Egi Setiawan (Bank BRI) yang digunakan oleh sindikat tersebut untuk memeras keluarga korban.

Keluarga berharap pemerintah dapat segera memberikan tindakan nyata agar nyawa Ayu Elsih dan rekannya dapat diselamatkan dan pelaku perdagangan manusia ini segera dibekuk.

Sementara itu, dikutip dari CNN, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat sudah melihat video tersebut dan memverifikasi bahwa salah satu sosok dalam video adalah Ayu, warga Kabupaten Agam Sumatera Barat.

"Setelah video viral itu, kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, mulai dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Agam hingga Polda Sumbar. Dari hasil koordinasi, memang benar bahwa Ayu merupakan warga Agam," kata Kepala BP3MI Sumbar, Jupriyadi.

Jupriyadi mengaku pihaknya telah melaporkan kasus tersebut kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) sebagai langkah awal proses penanganan.






Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

7139572004927558389