BLANTERVIO104

Tindaklanjuti Proyek Fly Over Padang Luar, Bupati Agam Cari Skema Minim Dampak

Tindaklanjuti Proyek Fly Over Padang Luar, Bupati Agam Cari Skema Minim Dampak
Rabu, 10 Juni 2026

AGAM

Bupati Agam Benni Warlis bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional dan PT Kereta Api Indonesia melakukan peninjauan lapangan ke calon lokasi pembangunan fly over di kawasan Pasar Padang Luar, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Rabu, 10 Juni 2026.

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung sejumlah alternatif lokasi dan skema pembangunan fly over yang direncanakan sebagai solusi mengatasi kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.

Pasar Padang Luar merupakan salah satu titik kemacetan terpadat di Kabupaten Agam karena menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat sekaligus berada di jalur lintas provinsi yang menghubungkan Kota Padang dengan wilayah Sumatera Utara melalui Kota Bukittinggi.

Selain dipadati aktivitas pasar, tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari menyebabkan arus lalu lintas di kawasan itu sering mengalami antrean panjang, terutama pada jam-jam sibuk dan hari pasar.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat lokasi yang berada di sekitar jalur rel kereta api lama yang menjadi salah satu alternatif pembangunan fly over.

Bupati Agam Benni Warlis mengatakan pemerintah daerah masih mengkaji sejumlah opsi untuk menentukan lokasi dan desain yang paling memungkinkan dengan dampak sosial yang paling kecil bagi masyarakat.

"Kita kembali meninjau calon lokasi fly over untuk mencari mana risiko yang lebih ringan untuk kondisi pasar," kata Benni Warlis.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis pembangunan, tetapi juga dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada keberadaan Pasar Padang Luar.

Ia menjelaskan hasil peninjauan lapangan akan menjadi bahan bagi tim teknis untuk menghitung kembali desain pembangunan yang paling tepat.

"Secara teknis, Balai Jalan akan menghitung lagi bagaimana skemanya, karena tingginya kan enam meter, dia akan membentuk payung, di bawah fly over pasar akan tetap beraktivitas nantinya," ujarnya.

Benni mengatakan salah satu pertimbangan penting dalam penyusunan desain adalah meminimalkan penggunaan lahan sehingga kebutuhan pembebasan tanah dapat ditekan.

Menurutnya, jika konstruksi lebih banyak memanfaatkan badan jalan yang ada, maka kebutuhan terhadap lahan ulayat maupun lahan milik masyarakat dapat dikurangi.

Pemerintah Kabupaten Agam, lanjut Benni, akan berupaya mencari solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan pembangunan infrastruktur tanpa mengorbankan aktivitas ekonomi masyarakat secara signifikan.

"Kita usahakan pasar sedikit yang dikorbankan sehingga aktivitas pasar tidak terganggu dan juga tanah ulayat sedikit yang kita bebaskan. Kita akan mencari risiko yang lebih ringan agar penyelesaian masalah tidak menimbulkan masalah," tuturnya.

Ia menegaskan masyarakat yang lahannya terdampak pembangunan tetap akan mendapatkan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Untuk lahan masyarakat yang terkena, kita akan ganti untung," katanya.

Sementara itu, Wali Nagari Padang Luar Jufri menyatakan pemerintah nagari pada prinsipnya mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di kawasan Pasar Padang Luar.

Namun, menurutnya, pembangunan infrastruktur juga perlu mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat yang tumbuh di sekitar pasar.

"Kita tidak melarang fly over untuk mengatasi macet. Tetapi kalau berdampak kepada ekonomi masyarakat atau rusaknya komunitas pasar, tentu kami tidak sesuai," kata Jufri.

Ia menambahkan masyarakat pada dasarnya tidak akan menghalangi program pembangunan pemerintah selama aktivitas perdagangan di pasar tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya.

"Apapun yang direncanakan pemerintah, termasuk rencana pembangunan fly over, kalau aktivitas pasar masih dibolehkan, tentu kami tidak bisa melarangnya," ujarnya.

Jufri juga mengingatkan bahwa sebelumnya pernah muncul wacana pembangunan jalan by pass yang menghubungkan Agam dan Bukittinggi sebagai salah satu alternatif mengurai kemacetan.

Menurutnya, opsi tersebut dapat kembali dipertimbangkan apabila dinilai memberikan dampak yang lebih kecil terhadap aktivitas pasar dan masyarakat.

"Kemarin sudah ada wacana pembangunan by pass. Kalau sekiranya ini lebih baik dan sedikit dampaknya kepada aktivitas pasar, lebih baik dilanjutkan pembangunan bypass Agam-Bukittinggi," katanya.

Hasil peninjauan lapangan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan kajian teknis pemerintah bersama instansi terkait dalam menentukan langkah lanjutan rencana pembangunan fly over di kawasan Pasar Padang Luar. 
Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

7139572004927558389