BLANTERVIO104

Batagak Gala Batungkek Budi, Edison Erzet Bergelar Datuak Nan Dahulu Pasukuan Koto

Batagak Gala Batungkek Budi, Edison Erzet Bergelar Datuak Nan Dahulu Pasukuan Koto
Senin, 25 Mei 2026

Agam  -

Masyarakat adat  Nagari Koto Tangah, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam menyepakati dan meresmikan penobatan gelar adat Niniak Mamak suku Koto, Datuak Nan Dahulu, Senin (25/5).

Prosesi adat digelar di Aula Masjid Nurul Islam, Jorong Gantiang yang diikuti puluhan Niniak Mamak, pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN), Bundo Kandung serta tokoh masyarakat.

Datuak Nan Dahulu yang merupakan Niniak Mamak Urang Nan Sapuluah, dilekatkan kepada Ir. Edison Erzet. Ia menggantikan datuak sebelumnya yang telah mangkat, Effendius.



Tokoh masyarakat Tilatang Kamang, Brigjen Pol. Suhirman mengatakan dengan berdirinya kembali Datuak Nan Dahulu diharapkan mampu menjaga kekuatan adat di tengah kaum dan pasukuan.

"Tentunya kita turut berduka cita dengan wafatnya Inyiak Datuak Effendius, segala usaha pelestarian adat dan penjagaan anak kamanakan yang telah dilakukan selama ini semoga menjadi amal pahala bagi beliau," kata Brigjen Suhirman.

Datuak Nan Dahulu terbaru, Edison Erzet, merupakan kakak kandung dari Brigjen Suhirman. Batagak Gala ini dijadikan momentum semangat baru untuk pembimbingan anggota kaum, pelestarian adat budaya dan penjagaan pusaka.

"Doa dan dukungan untuk kemudahan dalam urusan adat kepada kakanda Edison Datuak Nan Dahulu mengemban amanah yang begitu besar sebagai orang yang ditinggikan dan didahulukan di nagari," kata Brigjen Suhirman yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan LKPP Polri.



Walinagari Koto Tangah, Amrizal Gunawan Datuak Maruhun Basa mengatakan penobatan gelar Datuak Nan Dahulu telah melalui kesepakatan bersama mulai dari keluarga terkecil dalam kaum, pasukuan hingga dilewakan di nagari.

"​Dalam sistem adat Koto Tangah, pengangkatan seorang Datuk memiliki tiga jalur yaitu mambangkik Batang Tarandam, ​Iduik Bakarilahan dan Batungkek Budi. Upacara yang diselenggarakan kali ini adalah jalur Batungkek Budi, sebuah prosesi pergantian gelar adat karena datuk sebelumnya telah berpulang ke Rahmatullah," kata dia. 

Menurutnya, azas itu sesuai dengan “patah tumbuah hilang baganti, pusako basalin ka nan patuik”, gelar pusaka tersebut kini resmi dialihkan dan melekat kepada anak kemenakan almarhum.


​Pihak Nagari Koto Tangah menyampaikan harapan besar atas pengangkatan ini, Datuak Nan Dahulu dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan amanah khususnya sebagai pengayom dan tempat berlindung bagi anak kemenakan," ujar Amrizal.

Edison Erzet Datuak Nan Dahulu menegaskan pentingnya kesiapan anak kemenakan menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, persaingan antar daerah maupun antar generasi saat ini semakin ketat, suka atau tidak suka.

​"Sebagai Niniak Mamak, fokus utama saya adalah memajukan anak kemenakan dan orang kampung saya terlebih dahulu. Istilahnya, 'anak dipangku, kemenakan dibimbing, urang kampuang dipatenggangkan'. Kita harus menjaga nagari kita agar tidak binasa," ujarnya.

​Ia menambahkan bahwa pepatah lama tersebut akan selalu menjadi pegangan hidupnya dalam bertugas, baik saat berada di kampung maupun ketika bertugas di perantauan.























Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

7139572004927558389